Washington - Dengan sebagian besar pengoperasiannya melibatkan interaksi visual, membuat kacamata pintar Google Glass tak bisa dinikmati mereka yang penglihatannya kurang tajam. Sejumlah developer pun mengembangkan aplikasi khusus untuk mereka. Aplikasi ini, seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (25/4/2016), memproyeksikan dan memperbesar layar smartphone ke Google Glass. Teknologi ini potensial digunakan untuk pengguna yang rabun. "Mereka yang penglihatannya terbatas hanya melihat porsi kecil pada layar smartphone. Mereka juga sulit bernavigasi di dalamnya, karena tidak tahu posisi yang benar. Apakah mereka berada di tengah atau di sudut layar," kata salah satu peneliti Gang Luo dari Schepens Eye Research Institute of Mass. Eye and Ear. Luo menambahkan, aplikasi ini mentransfer gambar di layar smartphone ke Google Glass, dan memungkinkan pengguna mengatur besar layar yang akan dilihat dengan menggerakkan kepala. Dengan demikian, pengguna bisa mendapatkan orientasi yang tepat. Masih dikembangkan, para peneliti berupaya membuat aplikasi ini berfungsi lebih baik lagi. Mereka juga akan menambahkan lebih banyak gerakan tubuh selain gerakan kepala, untuk berinteraksi dengan Google Glass. (rns/fyk) SUMBER
Minggu, 24 April 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar